Kesehatan

Begini Cara Jitu Mengobati Dermatitis Seboroik

Begini Cara Jitu Mengobati Dermatitis Seboroik

Keluhan ketombe yang Anda rasakan bisa jadi bukan gangguan ketombe biasa, apalagi jika berbagai cara sudah dicoba untuk menangani rasa gatalnya itu. Bisa jadi, tanpa sadar kamu sedang diserang oleh dermatitis seboroik. Apa itu dermatitis seboroik?

Dermatitis seboroik atau psoriasis seboroik atau cradle cap pada bayi merupakan gangguan kulit yang menimbulkan ketombe dan sensasi gatal yang teramat sangat, kemudian ketombe tersebut berwarna kuning serta berminyak, dan disertai ruam kemerahan. Jadi, apakah ketombe dengan dermatitis seboroik adalah penyakit yang sama? Jika ya, berarti cara mengobati dermatitis seboroik juga sama dong dengan membasmi ketombe pada umumnya. Pasti banyak juga yang mengira bahwa dermatitis seboroik sama dengan ketombe, namun pada hakikatnya antara keduanya berbeda. Bagaimana sih proses keduanya? Apakah setiap kepala yang berketombe sudah pasti itu menjadi dermatitis seboroik?

Kulit kepala setiap manusia pasti mengalami pergantian, namun karena prosesnya lebih lambat maka tidak terlihat oleh mata. Jangankan kulit, sel-sel mati dalam tubuh pun terus beregenerasi. Pada umumnya, jika seseorang berketombe maka proses regenerasi kulitnya lebih cepat dari keadaan normalnya. Dan pada keadaan yang parah, seseorang bisa terserang dermatitis ini. Targetnya bisa siapapun, namun paling sering terjadi pada bayi dan orang dewasa dengan rentang usia 30 hingga 60 tahun.

Dermatitis ini bukan merupakan penyakit menular lho ya, jadi jika ada penderita dalam anggota keluarga, kamu tidak perlu takut. Karena dermatitis seboroik ini, sebenarnya adalah penyakit yang diturunkan dari orang tua. Hal ini sesuai pernyataan dalam buku yang berjudul Buku Ajar Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi/ Balita dan Anak Prasekolah Untuk Para Bidan. Namun, faktor keturunan bukanlah faktor utama.

Dilansir dari Hello Sehat, dermatitis seboroik juga disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia, bisa juga dikarenakan produksi minyak yang berlebihan pada kulit dan folikel rambut. Dermatitis seboroik ini juga lebih sering mengenai kaum pria.

Faktor resiko seseorang dapat mengalami dermatitis ini adalah asupan makanan yang tinggi lemak dan kalori, sering terpapar polusi, obesitas, stres, mengonsumsi obat-obatan tertentu, mengonsumsi minuman beralkohol atau produk perawatan kulit berbasis alkohol, dan keadaan medis tertentu seperti HIV/ AIDS, Parkinson, serta epilepsi.

Gejala yang sering muncul adalah kulit kepala yang bersisik, gatal, berwarna kemerahan, timbul ruam berbentuk bulat atau oval, dan ketombe yang berada di area kepala, jenggot, alis, kumis, maupun bagian dada. Gejala yang dialami dapat menjadi parah jika seseorang terkena stres. Maka dari itu, ketika sakit apapun sebaiknya kita tidak terlalu stres memikirkan sesuatu karena hal tersebut akan menjadi faktor pemicu memburuknya kondisi kesehatan seseorang.

Lantas, bagaimana cara mengobati dermatitis seboroik? Walaupun sama-sama memiliki gangguan ketombe, namun pengobatannya berbeda dengan keluhan ketombe pada umumnya. Jika keluhan dikarenakan ketombe biasa, maka dokter biasanya menganjurkan untuk menggunakan shampo khusus ketombe sebagai penanganan gejala rimgan dari dermatitis seboroik. Shampo yang disarankan adalah yang mengandung selenium sulfida, zinc pyrithione, tar batubara, dan asam salisilat.

Sedangkan untuk mengobati dermatitis seboroiknya perlu dilakukan diagnosa terlebih dahulu oleh dokter melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Setelah itu, biasanya dokter akan memberikan anjuran untuk menggunakan shampo antijamur yang mengandung ketoconazole, krim untuk melawan bakteri, terapi sinar, dan obat antijamur oral. Jika dermatitis menyerang bayi, maka bisa dibersihkan dengan shampo khusus bayi dan menyikat sisa kelupasan kulit dengan sikat yang halus.